Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Plot Twist Kehidupan yang Tak Disangka
Ada satu buku yang berhasil membuat kamu berfikir keras. Ada juga buku yang akan membuat kamu berhenti sejenak, menarik nafas panjang, lalu terdiam. Karena rasanya seperti sedang membaca cerita hidupmu sendiri. Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, karya Brian Khrisna.
Tentang mie ayam dan makna hidup yang sederhana. Dalam buku ini ada se orang tokoh utama, dia adalah Ale. Dia bukanlah sosok yang sempurna, layaknya cerita novel pada umumnya. Ia tinggi besar, berat badannya tergolong di atas rata-rata, dia kerap menjadi bahan olokan dari teman temannya, dia tak benar-benar memiliki seseorang untuk di ajak berbagi cerita. Semua orang di kantor tempat ia bekerja, memilih untuk menjaga jarak padanya akibat bau badan yang katanya mengganggu. Hal ini bukan berarti Ale tidak berusaha, sudah banyak parfum dengan harga yang paling murah hingga paling mahal sudah ia coba, tapi bagaimana lagi? postur tubuh gemuk akan mengeluarkan aroma tubuh yang tidak enak ketika sudah berkeringat. Dan lama-lama, Ale tenggelam dalam perasaan rendah diri. Hidupnya terasa sepi dan hambar, rutinias nya selalu berulang dan akan berakhir di satu kamar gelap itu, sampai suatu hari ia memutuskan untuk mengakhiri segala bentuk kesedihan dan luka pada diri. Ia dengan setia menunggu waktu yang sudah ia rencanakan, yaitu malam hari dimana ia dilahirkan. Ia sudah menyiapkan segalanya, dan rencana untuk dia minum obat depresi dengan dosis tinggi akan segera ia lakukan. Namun sebelum itu, ia ingin sekali memakan seporsi mie ayam langganannya untuk terakhir kalinya.
Sederhana, tapi di situlah cerita mulai bergulir. Perjalanan menuju semangkuk mie ayam sebelum mati ternyata membuka jalan lain. Ale harus menerima fakta jika penjual favoritnya menghembuskan nafas terakhir, hal ini mengakibatkan Ale frustasi karna artinya, ia tidak akan menemukan mie ayam favoritnya, bahkan untuk terakhir kalinya. Perjalanan ini membuka pertemuan dengan orang-orang baru, kenangan lama, dan pertanyaan yang tak pernah benar-benar selesai, apa sebenarnya arti hidup dan bertahan? hari dimana Ale pergi untuk menyantap mie ayam sebelum mati, membutuhkan langkah yang panjang hingga satu bulan, Ale terus berpindah tempat, seakan Tuhan memberikan jalan baru sembari menjawab ribuan tanya yang sudah Ale simpan selama hidupnya.
Yang menarik dalam buku ini, bukan hanya dari kisah tentang depresi atau keinginan menyerah, tetapi tentang bagaimana hidup kadang berbalik arah disaat kita sudah berhenti berharap, saat kita mulai bertanya “ untuk apa aku dilahirkan, jika cerita hidupku tak pernah ada kebahagiaan di dalamnya”. Brian Khrisna menulis cerita ini dengan gaya yang lembut tapi menggigit, Brian tak memerlukan kata-kata besar, tapi ia mampu menampar halus kesadaran kita para pembaca.
Kita diajak menyadari bahwa hidup memang sering kali menyiapkan plot twist, bukan dalam bentuk keajaiban besar, tapi dari hal-hal kecil. Seperti rasa hangat dari semangkuk mie ayam yang ia santap saat ia sudah mulai menerima cerita hidup dia dan berjanji untuk tetap hidup.Senyum seseorang yang pernah ia bantu tanpa di sadarinya, atau percakapan panjang dengan orang yang tak pernah ia kenali, tapi hal itu mampu menjawab pertanyaan tentang arti kehidupan. Plot twist dalam hidup Ale memang bukan soal kejadian yang sangat dramatis, tapi tentang pertemuan dengan berbagi cerita yang penuh makna baru dari hal yang dulu tak pernah ia tengok dan sering ia anggap remeh. Dari sana, ia menemukan bahwa terkadang alasan untuk tetap hidup tidak datang dari kata “Harus”, melainkan dari keberanian untuk menelan hidup yang apa adanya.
Buku ini bukan hanya tentang seseorang yang ingin mati, tapi tentang bagaimana belajar menghargai hal-hal kecil yang membuat hidup layak untuk dijalani. Tentang bagaimana penyesalan, kehilangan, dan harapan bisa bertemu di satu titik yang tak pernah terduga. Mungkin itu plot twist tersebar dari semua, bahwa hidup seaneh dan seberantakan apapun, selalu punya cara untuk memberikan kita sebuah alasan kecil untuk tetap bertahan. Kadang sesederhana makan seporsi mie ayam di pagi hari.
Tulisandea___

Komentar
Posting Komentar