Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2025

Cerpen- Dibawah Lampu Jalan Yang Sama

Gambar
Hujan baru saja berhenti, memberikan waktu pada setiap insan yang ingin beraktifitas. Sisa gerimis menetes dari dedaunan, memantul di aspal yang telah basah, menyapa setiap makhluk yang sedari tadi menunggunya reda. Dibawah lampu jalan yang kuning redup, Lentera menghentikan langkahnya. Ia menatap genangan air yang memantulkan cahaya lembut, cahaya yang dulunya menjadi bingkai sebuah cerita dalam diam. Mereka tidak pernah memiliki hubungan khusus, mereka hanya dua orang yang saling menemukan kenyamanan di tengah kesibukan sehari-hari. Obrolan ringan tentang hujan, kopi, atau lagu favorit, kini berubah menjadi rutinitas yang tak pernah ada di daftar rencana mereka. Sesuatu tumbuh, tapi mereka tak lagi berani menamai.  Sampai malam itu datang, malam yang mengubah sekala cerita cinta. beberapa minggu sebelumnya, Lentera menunggu di halte kecil yang letaknya di pinggir jalan. Kemudian ia mendengar langkah kaki yang sedikit berlari ke arahnya, ia Raka. Raka datang dengan rambut setenga...

Ketika di Setiap Tahunnya, Jin Dasim Menemukan Rumah Baru

Gambar
Setiap tahun, selalu ada rumah yang berubah menjadi medan perang kecil. Suara-suara yang dulunya hangat, kini menjadi bara api yang mampu menghanguskan rasa nyaman dalam rumah. Jin Dasim, katanya tersenyum menemukan rumah barunya lagi. Tapi mungkin, bukan dia yang mencari sebuah “rumah”. Mungkin, kita sendirilah yang memanggilnya datang, membukakan pintu rumah dan mempersilahkan masuk. Lewat amarah yang tak pernah diredakan, lewat gengsi yang terus di junjung tinggi, lewat kebohongan kecil, lewat doa yang perlahan hilang dari meja makan. Semakin lama, rumah mulai sunyi. Ruang tamu yang dulunya penuh tawa, kini hanya tersisa gema langkah yang saling menjauh. Dinding yang dulu menjadi saksi doa bersama, kini mendengar desah amarah yang tak lagi bisa disembunyikan. Piring-piring di meja makan seolah tau, kehangatan yang dulu tersaji kini hanya menjadi kenangan yang dingin. Dan setiap suara pintu yang tertutup terasa seperti perpisahan kecil yang berulang setiap harinya. Barangkali disanal...

Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Plot Twist Kehidupan yang Tak Disangka

Gambar
Ada satu buku yang berhasil membuat kamu berfikir keras. Ada juga buku yang akan membuat kamu berhenti sejenak, menarik nafas panjang, lalu terdiam. Karena rasanya seperti sedang membaca cerita hidupmu sendiri. Buku Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati, karya Brian Khrisna. Tentang mie ayam dan makna hidup yang sederhana. Dalam buku ini ada se orang tokoh utama, dia adalah Ale. Dia bukanlah sosok yang sempurna, layaknya cerita novel pada umumnya. Ia tinggi besar, berat badannya tergolong di atas rata-rata, dia kerap menjadi bahan olokan dari teman temannya, dia tak benar-benar memiliki seseorang untuk di ajak berbagi cerita. Semua orang di kantor tempat ia bekerja, memilih untuk menjaga jarak padanya akibat bau badan yang katanya mengganggu. Hal ini bukan berarti Ale tidak berusaha, sudah banyak parfum dengan harga yang paling murah hingga paling mahal sudah ia coba, tapi bagaimana lagi? postur tubuh gemuk akan mengeluarkan aroma tubuh yang tidak enak ketika sudah berkeringat. Dan lama-lama, ...

Belajar Menerima Hari Yang Tak Selalu Sesuai Dengan Ekspektasi

Gambar
Tidak semua hari akan selalu datang dengan membawa cahaya. Ada pagi yang terasa sangat berat bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, ada siang yang menyesakkan dada meskipun tak ada alasan yang cukup jelas, dan ada malam yang hanya ingin dilalui dalam diam, tanpa kata, tanpa senyum. Namun, bukankah hidup memang sepantasnya begitu? hidup tidak selalu harus indah untuk tetap layak dijalani. ada kalanya kita bertemu dengan hari-hari yang tidak berjalan sesuai rencana, dan dari situlah kita perlahan belajar mengenai kesempurnaan tidak pernah menjadi syarat untuk tetap bahagia. Terkadang, pikiran manusia selalu menuntut segalanya harus sesuai dengan rencana. Padahal kita hanya perlu berhenti menuntut segalanya harus berjalan baik. Berhenti memaksakan diri untuk kuat setiap waktu. Karena tidak masalah jika hari ini kamu merasa lelah, kecewa, atau kehilangan arah. Tidak apa jika hari ini kamu banyak melakukan kesalahan, itu bukan tanda bahwa kamu gagal, tapi itu adalah tanda jika kamu masih ...