Cerpen- Dibawah Lampu Jalan Yang Sama
Hujan baru saja berhenti, memberikan waktu pada setiap insan yang ingin beraktifitas. Sisa gerimis menetes dari dedaunan, memantul di aspal yang telah basah, menyapa setiap makhluk yang sedari tadi menunggunya reda. Dibawah lampu jalan yang kuning redup, Lentera menghentikan langkahnya. Ia menatap genangan air yang memantulkan cahaya lembut, cahaya yang dulunya menjadi bingkai sebuah cerita dalam diam. Mereka tidak pernah memiliki hubungan khusus, mereka hanya dua orang yang saling menemukan kenyamanan di tengah kesibukan sehari-hari. Obrolan ringan tentang hujan, kopi, atau lagu favorit, kini berubah menjadi rutinitas yang tak pernah ada di daftar rencana mereka. Sesuatu tumbuh, tapi mereka tak lagi berani menamai. Sampai malam itu datang, malam yang mengubah sekala cerita cinta. beberapa minggu sebelumnya, Lentera menunggu di halte kecil yang letaknya di pinggir jalan. Kemudian ia mendengar langkah kaki yang sedikit berlari ke arahnya, ia Raka. Raka datang dengan rambut setenga...